MERINDUKAN HUJAN
Oleh: Dedi
Saeful Anwar
LATIHAN pamuka kali ini tidak dilakukan seperti
biasanya -setiap hari Kamis- tetapi kali ini hari Selasa. Hal ini disebabkan
dengan adanya pelaksanaan Try Out UN (Uji Coba Ujian Nasional) yang ke-dua di
MTs Al Mizan. Yang akan dilaksanakan pada Kamis-Jumat, tanggal 10 dan 11 April 2014.
Latihan minggu ini tidak mungkin juga dilaksanakan pada hari Rabu. Karena pada
tanggal 9 April bertepatan pelaksanaan pesta rakyat yang dilaksanakan setiap 5
tahun sekali, yaitu Pemilu (Pileg) 2014.
Adanya
penarikan jadwal ke hari Selasa pun bukan kehendakku sebagai pembina pramuka,
tetapi inisiatif dan permintaan langsung dari para andika*). Pada intinya
mereka tidak mau kehilangan sekali pun dalam hal berlatih pramuka. Mereka
benar-benar antusias dalam menimba ilmu. Mereka giat mengisi SKU Penggalang
Ramu dan Rakit juga pengisian SKK Purwa.
Ada
yang lucu saat melaksanakan kegiatan latihan pramuka kali ini. Para andika
sangat ingin segera turun hujan. Mereka berharap bisa mengulang kembali pengalaman
yang indah seperti latihan pramuka seminggu lalu. Ketika latihan minggu lalu
mereka puas dengan bermain air hujan yang turun sangat deras sejak pukul 4
hingga 5 sore.
Di
awal-awal latihan kali ini cuaca begitu menyengat. Namun semua antusias akan
mendapat ilmu baru setiap minggunya dengan berbagai kecerian-kecerian lainnya.
Pramuka memang hakikatnya dalah kegiatan menyenangkan di luar kelas. Namun harapan
mereka akan kedatangan air yang tumpah dari langit sore itu sepertinya akan tak
terwujud, karena hujan itu tak ‘kan hadir bila tanpa izin dari pemilik-NYA.
“Kak
ayo dong kak, hujannya mana?”pinta Sani seorang Penggalang Ramu dari regu Mawar.
“Loh, memang Kakak yang punya hujan?”
sambil terkekeh aku menjawab rengekan Sani.
“Iya, ya. Tapi
gak seru ‘kan kalo gak hujan. Pingin kayak kemarin Kak.”
“Ya, kita berdoa
saja. Semoga hujan segera turun,” timpalku memberi harapan.
“Horeee...,”
Sani dan teman-temannya bersorak. Mereka kegirangan seolah hujan akan datang
atas seijinku.
Aku
menahan tawa melihat kepolosan tingkah anak didik itu. Mereka sangat merindukan
hujan. Latihan kali ini memang dalam cuaca yang sangat terik. Tak kalah panas
dengan latihan pramuka hari Kamis lalu.
Jadwal
latihan kali ini adalah SKK Bersepeda, SKK Pengatur meja makan dan SKK P3K,
selingan lagu daerah dan nasional di samping latihan rutin yaitu PBB, Senam
Pramuka dan menyanyikan lagu-lagu pramuka.
Dalam
SKK Bersepeda masing andika diuji dengan mengendarai sepeda dengan memegang
stang oleh sebelah tangan. Tangan yang satunya lagi memegang benda (ember atau
piring). Kemudian para andika menyebutkan bagian-bagian sepeda dan kegunannya
serta menjelaskan cara merawat sepeda.
Sementara
dalam SKK Pengatur meja makan, andika belajar menyajikan hidangan ala Eropa,
kemudian mereka makan dengan menggunakan sendok dan garpu. Kemudian dalam
mengisi SKK P3K mereka mampu menjawab beberapa tanaman herbal yang bisa
dijadikan obat untuk mneyembuhkan berbagai kecelakaan. Seperti getah batang
pohon pisang atau daun babadotan yang bisa digunakan untuk menyembuhkan luka
gores atau tercakar dan tersayat benda tajam. Untuk luka memar mereka
mengetahui dengan cara diberikan ramuan beras-kencur. Untuk luka bakar (air
panas) mereka menyebutkan bisa dengan diolesi pasta gigi/odol atau garam,
bahkan ada yang bisa dengan kecap.
Dalam
berlatih PBB-AB, mereka seperti biasa berlatih dengan serius. Selain untuk memperlancar
gerakan dan menguasai PBB-AB, mereka juga diharapkan akan semakin sigap dan
mahir dalam berbaris seandainya diterapkan dalam Upacara Bendera setiap hari
Senin yang selama ini terkesan asal-asalan dan tidak terampil.
Namun
sampai waktu latihan usai ternyata hujan tidak kunjung hadir. Langit bahkan
berseri menampakkan keindahan awan-awan putih. Mereka bertasbih di hamparan
biru nan luas. Semua berarak indah memayungi bumi membentuk barisan rapi. Saya
duduk di bawah pohon sukun yang tepat di depan kelas 9-A memerhatikan beberapa
Andika berlatih naik sepeda dengan sebelah tangan yang memegang setang
sementara langit semarak indah di atas menara masjid pangkalan kami, MTs. Al
Mizan.
“Kak,
ah gak seru kak. Hujannya gak turu-turun,” gerutu Sani yang sejak awal latihan
begitu mengharapkan kehadiran air pembawa kegeran itu.
“Hush,
tidak boleh begitu. Nanti kita kufur nikmat. Sekarang kita pulang saja semoga
latihan minggu depan hujan akan kemabrli emnemani latihan pramuka kit, ya.” Aku
berusaha selalu memebrikan suport kepada para Andika yang semakin hari
semangatnya kian menggebu dalam berlatih.
Jarum
jam hampir menunjuk pada angka 5 sore itu. Akhirnya kami pun meninggalkan
pangkalan kami berlatih setelah sebelumnya ditutup dengan upacara penutupan
latihan. Tak lupa aku selalu memberikan motivasi di setiap awal dan akhir sesi
latihan. Walau ada perasaan kecewa karena hujan tak kunjung datang, tapi para
andika puas karena hari itu mereka mendapat ilmu cukup banyak dan hampir semua mampu
menyelesaikan ujian pada tiga buah tandatangan dalam Syarat-syarat Kecakapan
Khusus (SKK) Purwa, Pramuka Penggalang.
Andika*)
= anak didik pramuka
Selasa,
8 April 2014


